Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

CERPEN: Garis Tuhan

Hari ini cuaca berbanding terbalik dengan keadaanmu. Lihatlah, mentari bersinar cerah seolah mengajak  penghuni bumi agar mengawali aktivitas dengan semangat empat-lima. Sedang engkau, ah ... malah bermuram durja. Coba nikmati angin yang ' ngadalingding '--kalau kata orang Sunda--mengembuskan wangimu ke udara. Bukankah hari ini masih hari spesialmu? "Hai, Am, apa kabarmu hari ini?" Sosok yang beberapa hari kau kenali itu datang menghampiri, lantas mengecupmu. "Hai, La, baik," jawabmu singkat.  "Kau mengatakan baik, tapi dari nadamu itu tampak sebaliknya," katanya, masih dengan wajah bersahabat. "Ada apa kau menemuiku?" "Oi, kau tak suka aku datang lagi?" La terperanjat, "Bukankah sudah menjadi tugasku melakukan ritual selama masa istimewamu ini?" "Astaga, aku merasa linglung! Maafkan aku, Luci," katamu lirih. Begitulah, kadang kau memanggil si La dengan nama asingnya--Luci. Menurutmu sebutan Luci itu terdenga